Jumat, 01 November 2013

BlackBerry Di Indonesia Terus Merosot

Perlahan tapi pasti, jumlah pengguna ponsel BlackBerry di Indonesia terus merosot. Data dari XL menunjukkan, pengguna BlackBerry yang menggunakan kartu XL menurun hingga tujuh juta.

Jika di tahun 2012, pengguna perangkat BlackBerry XL mencapai 3,7 juta, di akhir tahun ini penggunanya tersisa 3 juta saja.

Angka itu berbanding terbalik dengan ponsel Android. Peningkatan pengguna ponsel Android sangat siginifikan. Saat ini, pengguna XL yang memakai ponsel bersistem operasi Android tercatat sekitar 3,5 juta pelanggan, dan terus bertumbuh.

"Ponsel-ponsel bersistem operasi Android semakin laku di pasar Indonesia. Pelanggan XL kini didominasi oleh pengguna ponsel Android, mengalahkan pengguna BlackBerry," kata Edward Kilian Suwignyo, GM Marketing Communication XL, saat ditemui di Indocomtech 2013, JCC, Senayan, Jakarta, 1 November 2013.

Dia menambahkan, saat ini, total pelanggan XL mencapai 58,1 juta, dan 59 persen atau sekitar 30 juta di antaranya adalah pelanggan aktif data alias Internet.

Sedangkan, pengguna data dari ponsel terdiri dari pengguna Android 3,5 juta, BlackBerry 3 juta, Symbian 2,1 juta, iOS (iPhone) 200 ribu, Windows Phone 100 ribu, dan OS lainnya.

"Dari data itu menunjukkan masyarakat di Indonesia semakin banyak yang beralih menggunakan ponsel Android. Dan, banyak pula pelanggan XL yang baru menggunakan ponsel Android masih bingung dengan penggunaan paket data yang digunakan," ujar Edward.

Dia juga mengatakan, pengguna layanan data antara ponsel Android dan BlackBerry berbeda. Ponsel Android menggunakan paket Internet kuota, sementara BlackBerry menggunakan paket BlackBerry Internet Service (BIS).

"Untuk mengatasi permasalahan itu, XL membuat program "Rumah Android" untuk memberikan edukasi khusus bagi pelanggan yang masih baru menggunakan Android. Rumah Android ini semacam Android assistant untuk membantu para pelanggan yang kebingungan," jelas Edward.

Layanan Rumah Android tersebar di seluruh XL Center di Indonesia, XPLOR, dan di situs resmi XL. Untuk pengguna media sosial Twitter, XL juga memberikan layanan edukasi melalui akun @XL123.

Minggu, 29 September 2013

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan dirinya tak alergi dengan impor kebutuhan pangan di Indonesia. Namun, akan lebih baik jika pemerintah memberdayakan terlebih dahulu para petani. "Berdayakan dulu petani, baru impor," kata Mega saat berpidato dalam acara penanaman kedelai di areal lahan persawahan Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 28 September 2013.

Menurut Presiden ke-5 itu, tanah di Indonesia sangat subur dan sangat luas untuk memproduksi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memanfaatkannya untuk memproduksi kebutuhan pangan bagi rakyat. Megawati mempertanyakan kebijakan impor kebutuhan pangan seperti kedelai, bawang putih dan sejumlah bahan makanan yang dilakukan oleh pemerintah. Apakah menguntungkan petani atau menguntungkan segelintir pengusaha?

"Siapa ayo yang diuntungkan? Ya pengusaha toh?" ucapnya yang diamini ratusan petani dalam acara itu. "Mohon maaf ya bapak dan ibu yang kini sebagai pejabat pemerintah. Ini kenyataannya," dia menambahkan. Hadir dalam acara penanaman kedelai untuk kedaulatan pangan, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X; Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis; Bupati Bantul, Sri Suryawidati; Wakil Bupati Sleman, Yuni Rahayu dan jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan.

Warga yang hadir dalam acara tersebut justru tampak berebutan ingin bersalaman dengan Gubernur Jokowi. Dengan senyum khasnya, Jokowi melayani setiap warga yang ingin bersalaman. "Saya ingin bersalaman dengan Bapak Jokowi. Semoga besok menjadi presiden," ucap Mugari, salah satu warga.